Gejala SCV rusak pada mesin diesel common rail - OMBRO

Gejala SCV rusak pada mesin diesel common rail

SCV (Suction Control Valve) adalah salah satu komponen pada mesin diesel common rail yang dipasang pada komponen supply pump. Fungsi SCV (Suction Control Valve) adalah untuk mengatur tekanan bahan bakar di dalam delivery pipe (rail) agar selalu stabil sesuai dengan target ECU dan kebutuhan mesin.

Ya, SCV secara langsung di kontrol oleh ECU dan bekerja secara dinamis sesuai dengan kondisi yang terjadi di mesin. Karena SCV secara langsung dikontrol oleh ECU, maka ketika terjadi masalah pada komponen SCV ini, umumnya akan menyebabkan check engine lamp (MIL: Malfunction Indicator Lamp) menyala.
gejala kerusakan SCV
Kerusakan SCV kerap terjadi akibat penggunaan bahan bakar solar yang kualitasnya kurang baik seperti misalnya solar kotor atau sudah terkontaminasi dengan cairan yang lain (misalnya solar oplosan,dll).

Khusus untuk kerusakan SCV, ECU memunculkan kode diagnosa P0089 (Suction Control Valve stuck), dan atau P0628 (Suction Control Valve open), dan atau P1275 (Supply Pump exchange). Sebagai catatan, DTC diatas umum ditemukan pada mobil pajero sport tahun produksi 2010-2016 (data bisa berbeda untuk merek mobil yang lainnya).

Namun begitu, pada beberapa kejadian ada juga yang SCV-nya rusak namun lampu check engine tidak menyala. Nah, dibawah berikut ini adalah gejala-gejala SCV rusak yang kerap terjadi di mesin.

1. Mesin suka mati mendadak


Gejala SCV rusak yang paling pertama kerap terjadi adalah mesin suka mati mendadak. Ada yang mesin matinya cepat setelah distarter (sempat hidup sebentar, lalu mesin mati), ada pula yang mesinnya sempat hidup beberapa lama namun tiba-tiba mati sendiri.

Seperti yang kita ketahui bahwa SCV merupakan aktuator pada sistem common rail yang berfungsi untuk mengatur tekanan bahan bakar solar yang masuk ke dalam delivery pipe (rail). Ketika SCV mengalami kerusakan, maka tekanan bahan bakar yang sangat diperlukan oleh mesin akan berhenti.

Akibatnya, tekanan bahan bakar akan hilang sehingga injektor tidak dapat menginjeksikan bahan bakar solar dengan baik dan benar. Disinilah akhirnya mesin diesel common rail akan mati secara tiba-tiba.


2. Mesin susah hidup meskipun starter mudah


Gejala SCV rusak yang sering muncul di mesin diesel common rail selanjutnya adalah mesin susah dihidupkan meskipun starter mudah. Ya, saat SCV mengalami kerusakan, mesin menjadi susah hidup meskipun starter mudah.

Kondisi ini terjadi karena pasokan bahan bakar yang seharusnya di injeksikan oleh injektor kedalam ruang bakar tidak terjadi pasalnya bahan bakar yang ada di dalam delivery pipe (rail) tidak memiliki tekanan yang cukup untuk menghasilkan kabut bahan bakar yang sesuai kebutuhan mesin.

Pada beberapa kejadian, terkadang mesin masih sempat hidup, namun umumnya akan segera mati setelah tekanan bahan bakar yang ada turun dan tidak dapat dipertahankan sesuai tekanan yang dibutuhkan.

Baca juga :


3. Saat digas full, rpm mesin mentok di 2000 rpm


Gejala SCV rusak terakhir yang kerap ditemukan pada mesin diesel common rail adalah saat digas full, rpm mesin hanya mentok di 2000 rpm. Kondisi ini umumnya kerap terjadi tanpa ada tanda-tanda yang aneh pada mesin.

Saat starter, mesin mudah dihidupkan, rpm idling berada pada posisi normal, dan mesin tidak menunjukkan gejala brebet, pincang atau hunting. Namun, ketika mobil sudah melaju, rpm mesin mentok di 2000 rpm meskipun pedal gas sudah kita injak penuh. Selain itu, tenaga mesin juga menjadi tidak bertenaga dan terasa ngempos (low power).

Ya, kondisi ini jelas akan terjadi karena tekanan bahan bakar di dalam rail tidak berada pada tekanan yang semestinya untuk mesin diesel common rail. Akan terjadi perubahan tekanan yang cukup drastis dari tekanan normal yang sudah di set oleh pabrikan sehingga menyebabkan ketidak-sesuaian jumlah injeksi bahan bakar yang nyata dengan set dari komputer. Oleh karenanya mesin menjadi low power, rpm tertahan, dan tidak bertenaga meskipun pedal gas ditekan penuh.
Daftar isi
    SHARE