10 Komponen mobil listrik dan fungsinya - OMBRO

10 Komponen mobil listrik dan fungsinya

Perkembangan mobil listrik di dunia terasa sangat pesat belakangan ini. Mobil listrik kini sudah mulai dipasarkan secara massal di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Memang bisa diperhatikan bahwa mobil listrik menawarkan kepraktisan dalam penggunaan sehari-hari.

Selain itu, mobil listrik juga memiliki tenaga dan torsi instan yang bisa langsung disalurkan ke roda. Tidak ada lagi komponen-komponen mekanikal rumit seperti yang ada pada mobil konvensional. Dan yang lebih utama lagi, mobil listrik tidak memiliki emisi sama sekali sehingga diharapkan bisa mengantikan mobil bermesin konvensional yang kurang ramah lingkungan.

komponen mobil listrik dan fungsinya

Untuk dapat melaju, mobil listrik digerakkan oleh motor listrik yang putar oleh tenaga listrik yang berasal dari baterai. Sedangkan mobil konvensional, membutuhkan kompresi piston dan ledakan bahan bakar di dalam mesin untuk menghasilkan tenaga.

Oleh karenanya, komponen-komponen mobil listrik sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan mobil konvensional. Lantas, apa saja komponen mobil listrik ini? Nah diartikel berikut ini Ombro akan berbagi informasi seputar komponen mobil listrk dan fungsinya. Simak ulasan lengkap komponen mobil listrik dan fungsinya dibawah ini.



1. Baterai Traksi (Traction Battery Pack)


Komponen mobil listrik yang pertama adalah baterai traksi atau disebut sebagai Traction Battery Pack. Fungsi baterai traksi bagi mobil listrik adalah sebagai tempat penyimpanan energi listrik arus-searah (direct-current atau DC) sekaligus sebagai sumber energi listrik untuk menggerakkan motor traksi. Apabila mendapat sinyal dari controller, baterai traksi akan mengalirkan listrik DC menuju ke inverter. Listrik yang keluar dari inverter kemudian dipakai untuk menggerakkan motor traksi.

Baterai traksi untuk mobil listrik ada bermacam-macam, namun yang dipergunakan pada mobil listrik adalah jenis baterai yang bisa diisi-ulang (rechargeable battery). Sejauh ini, jenis lithium-ion battery merupakan jenis baterai yang paling banyak dipergunakan. Baterai-baterai ini sejatinya berukuran kecil-kecil, namun disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah traction battery pack.



2. Motor Traksi (Traction Motor)


Komponen mobil listrik yang kedua adalah Motor Traksi atau dikenal sebagai Traction Motor. Komponen motor traksi bagi mobil listrik adalah sebagai komponen yang mengubah energi listrik dari baterai menjadi putaran sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil listrik melalui transmisi dan roda.

Mobil listrik jenis BEV, menggunakan komponen motor traksi ini sebagai mesin mobil listrik yang menggantikan fungsi mesin pembakaran dalam (internal combustion engine atau ICE).

Diketahui bahwa saat ini ada banyak jenis motor listrik yang bisa digunakan sebagai motor traksi pada mobil listrik. Beberapa pabrikan mobil listrik menggunakan permanent magnet motor, beberapa pabrikan lainnya mengaplikasikan jenis induksi fasa-tiga. Namun begitu, motor traksi tipe BLDC (brushless DC traction motor) menjadi yang paling banyak digunakan pada mobil listrik saat ini.



3. Inverter Daya (Power Inverter)


Komponen mobil listrik yang ketiga adalah Inverter daya atau sering disebut Power Inverter. Fungsi Inverter daya adalah untuk mengkonversi (mengubah) arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC). Setelah arus listrik berubah menjadi AC, barulah arus bolak-balik ini digunakan oleh motor traksi agar tercipta putaran.

Selain itu, inverter daya juga berfungsi untuk mengubah arus AC saat terjadi pengereman regeneratif menjadi arus DC. Pengubahan arus dari AC ke DC saat pengereman regeneratif ini kemudian dipakai untuk mengisi (recharging) baterai. Umumnya, inverter daya yang terpasang pada beberapa model mobil listrik masuk kedalam kategori bi-directional inverter.



4. Pengendali (Controller )


Komponen mobil listrik yang ke empat adalah pengendali atau controller. Fungsi utama pengendali (controller) adalah sebagai komponen pengatur energi listrik di baterai serta inverter untuk selanjutnya disalurkan ke motor traksi. Controller akan mengelola aliran listrik yang dihasilkan oleh baterai traksi guna mengendalikan kecepatan traksi dan torsi keluaran.

Controller ini mendapat input utama dari pedal accelerator mobil (yang diatur pengendara). Penekanan pada pedal accelerator ini akan menentukan variasi frekuensi atau variasi tegangan listrik yang masuk menuju motor traksi. Hal ini sekaligus akan menentukan laju kecepatan mobil.



5. Pengisi daya baterai (Charger)


Komponen mobil listrik yang kelima adalah pengisi daya baterai (charger). Fungsi charger adalah untuk mengisi ulang daya baterai. Selain itu, pengisi daya baterai akan membatasi jumlah total daya yang masuk ke baterai untuk menghindari kerusakan pada baterai atau sirkuit listrik tempat pengisi daya dicolokkan. Charger mengubah listrik AC menjadi DC lalu disimpan di dalam battery.

Untuk saat ini, terdapat 2 tipe charger di mobil listrik, yaitu:

  • On-board charger: charger yang ada dan terpasang di mobil listrik
  • Off-board charger: charger yang tidak terpasang di mobil listrik.

Sebagian besar mobil listrik yang memiliki pengisi daya baterai yang terpasang di dalam mobil (on-board charger) biasanya hanya untuk pengisian daya level 1 atau level 2. Namun umumnya, pengisian daya yang terpasang di mobil adalah pengisian daya AC, bukan pengisian cepat DC. Sedangkan mobil tanpa charger (off-board charger) akan mendapatkan arus searah — menggunakan charging port sebagai titik referensinya.



6. Konverter DC/DC (DC/DC Converter)


Komponen mobil listrik yang ke enam adalah Konverter DC/DC (DC/DC Converter). Fungsi Konverter DC/DC pada mobil listrik adalah untuk mengubah daya listrik DC bertegangan lebih tinggi dari baterai traksi menjadi daya listrik DC bertegangan rendah.

Daya listrik DC bertegangan rendah ini nantinya digunakan untuk mengisi ulang daya baterai tambahan (auxiliari) bertegangan 12 Volt yang digunakan untuk menjalankan beberapa aksesori mobil listrik seperti alarm, lampu, radio, wiper, dan komponen lainnya.



7. Baterai tambahan (Auxiliary Battery ).


Komponen mobil listrik yang ke tujuh adalah Baterai tambahan (Auxiliary Battery ). Fungsi baterai tambahan ini adalah untuk menyediakan daya listrik bagi aksesoris mobil, seperti alarm, wiper, lampu, radio serta lainnya.

Bentuk baterai tambahan ini sama seperti baterai (aki) yang ada pada mobil-mobil konvensional, namun umumnya, baterai yang digunakan berjenis baterai kering atau Maintenance Free.

Baca juga:



8. Sistem pengatur suhu (Thermal System)


Komponen mobil listrik yang ke delapan adalah sistem pengatur suhu (Thermal System). Fungsi thermal sistem ini adalah untuk mempertahankan kisaran suhu operasi kerja agar komponen yang memiliki sistem ini dapat dijaga keawetannya secara optimal.

Sistem pengatur suhu dapat memperpanjang masa pakai baterai. Mendinginkannya saat mengisi daya dengan cepat dan di hari yang panas, dan bahkan menghangatkannya di hari yang dingin atau untuk mempersiapkan pengisian cepat. Biasanya sistem pengatur suhu ini bekerja dengan controller untuk menciptakan kondisi baterai yang optimal.



9. Port pengisian daya (Charge Port)


Komponen mobil listrik yang ke sembilan adalah Port pengisian daya (Charge Port). Fungsi port pengisian daya adalah sebagai titik tempat pengisian daya mobil listrik. Port pengisian daya memungkinkan mobil terhubung ke catu daya eksternal untuk mengisi daya batere mobil.

Intinya, port pengisian daya ini sama seperti port akses untuk tangki bensin di mobil mesin pembakaran internal, port pengisian daya adalah lokasi di mana energi listirk dapat masuk ke baterai mobil.



10. Transmisi (Transmission)


Komponen mobil listrik yang terakhir adalah transmission. Fungsi transmisi pada mobil listrik ini adalah untuk mentransfer daya mekanis dari motor traksi listrik ke roda. Umumnya, transmisi di mobil listrik tidak membutuhkan banyak gear seperti pada transmisi mobil konvensional. Ia hanya terdiri dari beberapa rangkaian gear yang didesain agar dapat mereduksi putaran motor traksi agar sesuai dengan torsi dan kecepatan yang dibutuhkan.

Daftar isi
    SHARE