Ciri-ciri link stabilizer rusak - OMBRO

Ciri-ciri link stabilizer rusak

Link stabilizer merupakan komponen pada suspensi yang menjadi penyambung antara suspensi roda kiri dan kanan melalui batang stabilizer. Setidaknya ada dua fungsi link stabilizer di mobil, pertama adalah sebagai penghubung antara batang stabilizer dengan suspensi kanan dan kiri. Kedua adalah sebagai komponen yang memastikan stabilizer bar bisa bekerja dengan baik di setiap sudut putar roda.

Meskipun terkesan sepele, link stabilizer bisa mempengaruhi kondisi selama pengemudian, terlebih ketika mobil melaju dengan kencang dijalan yang bergelombang atau tidak rata. Ya, link stabilizer sangat mempengaruhi kemampuan suspensi agar mobil bisa melaju dengan stabil dan tenang.

ciri-ciri link stabilizer rusak

Nah, pada artikel kali ini, ombro akan berbagi informasi tentang masalah mobil yang berkaitan dengan ciri-ciri link stabilizer rusak dan bagaimana cara mengetahuinya, baik secara fisik ataupun saat mobil dikendarai. Berikut ciri-ciri link stabilizer rusak.


Ciri-ciri link stabilizer rusak berdasarkan tampilan fisiknya di mobil


Ciri-ciri link stabilizer rusak yang paling mudah diketahui adalah dengan melihat kondisi fisik dari link stabilizer tersebut. Meskipun bentuk dan tipe-tipe link stabilizer ini sangat beragam (Baca : Fungsi link stabilizer dan tipe-tipenya), namun secara umum jenis kerusakan yang terjadi hampir mirip satu sama lain. Hal ini dikarenakan desain utama dari seluruh tipe link stabilizer yang umumnya ada saat ini adalah karet bushing dan ball joint.

Berikut ciri-ciri link stabilizer rusak di mobil berdasarkan kondisi fisiknya
  • Karet link stabilizer rusak, pecah, getas, atau keras dan kaku mengakibatkan oblak di bagian tersebut
  • Ball joint link stailizer sudah oblak, patah atau sudah keluar dari cangkangnya
  • Batang link stabilizer terlihat bengkok, berkarat, atau patah
  • Persinggungan antara stabilizer bar ataupun dengan shock breaker sudah terlalu renggan dan oblak

Ketika kita menemukan kondisi fisik link stabilizer seperti pada kondisi diatas, bisa dipastikan bahwa hal ini menjadi ciri-ciri link stabilizer rusak sehingga diperlukan penggantian part link stabilizer dengan yang baru.

Baca juga :


Ciri link stabilizer rusak yang dirasakan saat mengemudi


Selain dengan melihat ciri-ciri link stabilizer rusak melalu fisik, kita juga bisa mengidentifikasi kerusakan link stabilizer saat mengemudi. Ada dua kondisi umum yang akan terasa selama mengemudi dengan link stabilizer yang rusak yaitu

1. Muncul bunyi-bunyian seperti besi beradu di kolong mobil

Munculnya bunyi-bunyian seperti besi beradu (gluduk-gluduk, klotak-klotak, dll) yang terdengar di kolong mobil saat mobil melaju di jalan tidak rata bisa menjadi ciri-ciri link stabilizer rusak. Bunyi yang muncul secara umum terdengar di sisi kanan kiri mobil, kadang bergantian , kadang berbarengan. Umumnya, bunyi akan lebih terasa nyaring saat mobil berjalan pelan dan melintas dijalan tidak rata.

2. Bantingan mobil menjadi kurang nyaman dan tidak stabil

Jika kerusakan link stabilizer sudah terlalu parah (seperti misalnya ball joint link satbilizernya sampai lepas). Hal ini akan sangat memperngaruhi bantingan suspensi mobil, baik saat melaju dijalan tidak rata ataupun ketika berbelok.

Ya, kondisi seperti yang dicontohkan tersebut mengakibatkan batang link stabilizer tidak lagi mengikat suspensi roda kanan dan kiri sehingga guncangan pada suspensi di masing-masing roda akan lebih besar dan tidak terkendali. Akibatnya mobil akan terasa limbung atau melayang saat melaju di tikungan dan jalan jelek.

Oleh karena itu, untuk menghindari kerugian yang lebih bayak akibat kerusakan link stabilizer, maka ketika anda sudah menemukan ciri-ciri link stabilizer rusak yang sudah ombro sampaikan, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian dengan part yang baru.

Demikianlah artikel tentang ciri-ciri link stabilizer rusak yang bisa ombro sampaikan, semoga bisa bermanfaat.

Daftar isi
    SHARE